kehidupan adalah jihad, kemuliaan juga terhasil dari jihad dan kewujudan di atas muka bumi ini, terikat dengan ikatan berpanjangan dengan jihad.. ~as-Syahid Dr Abdullah Azzam
Thursday, August 13, 2009
Wednesday, June 24, 2009
Sukarnya menjadi seorang doktor yang muslim..

Kebelakakangan ini saya kembali menemui perkataan MUHASABAH-yang sering kali diingatkan sesama sahabat sewaktu di universiti dulu. Mungkin pembaca hairan,kenapa sebegitu?
Bagaimana mahu melayan atau menyampaikan di ketika yang sama kerja untuk 3 orang sekurangnya harus ditangani oleh seorang sahaja? Kami para doktor pula bekerja dengan urusan-urusan berkaitan dengan kesihatan pesakit-Jika di wad-darah, urusan scan yang urgent dan maklumat pesakit yang perlu di trace entah di jabatan mana pada masa yang sama menyiapkan discharge pesakit -itupun entah berapa banyak pesakit/ keluarga pesakit yang mengamuk sebab urusan discharge yang lambat akibat kekurangan kakitangan.Itupun kebanyakan kami skip waktu makan tengahari kami.
Memang tidak mudah memuaskan hati semua pihak..
Sudah setahun saya berkerja dan menjalani latihan housemaship di hospital ini dan saya masih AMAT TERKILAN kerana masih tidak mampu ISTIQAMAH mengingatkan pesakit saya tentang SOLAT.
Inilah kelemahan saya yang TERBESAR.
Saya jatuh simpati padanya seorang pesakit yang lumpuh terbaring di atas katil akibat TB Spine- Jangkitan TB pada tulang belakang yang boleh mengakibatkan lumpuh.
Atas simpati yang kuat saya memberanikan diri menghampiri dan menegurya. Entah macam mana saya boleh sampai untuk bertanya tentang solatnya.
"Pakcik nak solat?"saya mula bertanya.
"Pakcik kat rumah tidak pernah tinggal solat.Pakcik dah lama tak solat. Pakcik nak solat tapi tidak orang ajar dan bantu.."-seingatnya saya begitulah kata-katanya dalam nada teresak-esak.
Saya terkedu.
Untungnya HUSM hospital berkonsepkan ibadah. Ketika itu air dalam botol untuk spray ada berdekatan. Saya mengambilnya dan mengajarnya tentang cara-cara untuk berwudhu dalam keadaannya yang terlantar seperti itu. Saya membantu memercikkan air wudhuk di tempat-tempat yang tidak mampu dicapainya. Selepas dan semenjak itu saya melihat dia menunaikan solat dalam keadaan terbaring..
Hanya Allah yang tahu betapa hati saya menangis ketika pertama kali melihatnya solat.
Bukan mudah untuk mencari teman sekerja yang SEFIKRAH apatah lagi yang SERASI.Sehingga kini, jujurnya saya masih belum temui. Sahabat-sahabat saya yang rapat kebanyakan terdiri dari luar tempat kerja-yang SEFIKRAH.
Kebanyakan saya mempunyai ruang untuk menyampaikan Islam tapi kebanyakan peluang juga saya tidak mengunakan sepenuhnya walau saya antara yang aktif menganjurakan program-program dakwah untuk non muslim ketika di kampus malah membimbing 2 orang yang baru masuk islam ketika itu.Hanya sekadar yang mampu.
Saya kematian idea untuk menyampaikan ketika di tempat kerja ketika sahabat non muslim saya menegur saya asyik-asyik sembahyang sahaja.Saya mampu mengatakan ianya wajib untuk saya laksanakan sebagai seorang muslim. Dan ada ketikanya saya bertanya juga tentang agama yang dianutinya, tetapi most of the time saya kekeringan idea untuk meneruskan bual bicara.
Pertemuan saya dengan Kak Mala sewaktu saya berada di posting perbidanan dan sakit puan sedikit sebanyak 'menampal' kelemahan yang saya dalam menyampaikan ilmu dakwah ini.
Alhamdulillah, saya bersyukur walaupun tidak banyak membantu tetapi sekurang-kurangnya Kak Mala telah menemui ramai orang dan pelbagai pertubuhan selepas saya. Sekurangnya-kurangnya Kak Mala merasai keseronokan menghadiri program dan majlis-majlis ilmu walau hingga kini saya masih terkilan kerana masih tidak berjaya mendapatkan pekerjaan yang stabil dan tetap untuknya. Tetapi alhamdulillah, ayahnya yang kini masih beragama Hindu makin menunjukkan minat dengan Islam dan parti ISLAM. Paling terharu, amat-amat apabila ayahnya dengan bangga mengatakan this biscuits is from my daughter-anak perempuan saya yang bagi di hadapan cucunya ketika saya kebetulan membelikannya biskut pada Hari Bapa-kerana saya tidak mempunyai ayah lagi untuk memberikan apa-apa kecuali doa yang berpanjangan untuknya..
Untuk diri saya..
Untuk adik-adik,
Bermujahadalah dalam mencari teman yang SEFIKRAH dan sebolehnya yang SERASI sewaktu di alam pekerjaan. Sungguh, teman-teman itulah yang membantu kita untuk MUJAHADAH.Luangkanlah masamu dengan mereka walau engkau memang sedia sudah sibuk dengan tugas-tugasmu di tempat kerja.Itulah PENGUAT dirimu dalam perjuangan.
Sama-sama kita mengingatkan diri agar diri tidak lalai dan terpesona dengan nikmat dunia dan kekayaan harta benda juga dengan suami/isteri/anak-anak/ keluarga.
Moga AllAH dan Rasul lebih dicintai dari yang lain dan cintailah dan bencilah sesuatu itu hanya kerana Allah dan RasulNYA.
Friday, June 19, 2009
Not easy being a doc
My Resource in everytime of distress,Housemanship requires psychological and physical endurance. If one is unable to cope with the demands during this period, then one may succumb to stress, and the possibility of making medical errors is higher.
Many want to be doctors without realising that they have to make a lot of sacrifices.
A medical student is responsible only for himself, but once he graduates and becomes a doctor, he is responsible for the life of his patients.
The medical profession is rather unique in that although a doctor may have obtained a medical degree, he still cannot practise because he still has a lot to learn especially the practical skills of medical management.
In fact, the medical degree is just a licence for them to start learning how to practise medicine. Medical doctors will not be given full registration unless they pass their housemanship training. Housemanship is the time when newly-graduated doctors are trained not only to manage and administer the medical management under supervision to patients but to withstand the endurance of working long hours, day and night, weekdays and weekend.
There was an incident when a new doctor entered the ward for the first time, and a paediatric patient collapsed in front of her. She was stunned and unable to respond whereas the nurses tried to revive the child. Unfortunately, the child died.
The doctor did not come to work for three days. On the fourth day, she came to see me and said that she had chosen the wrong profession, and subsequently left the hospital. As mentioned in your papers, there are doctors who get “sick”.
A doctor can be held liable in an action of negligence if he fails to exercise that degree of care and skill which is expected of him. Medical errors do happen when doctors misdiagnose, delay treatment or administer the wrong dosage.
As such, a houseman who examines more patients, spends longer hours in the wards and handles more procedures will become a better and more confident doctor.
Housemen should not complain about the long working hours and being scolded by their seniors and specialists. Teachers and lectures have been scolding students since ages because they want their students to succeed and be better than them.
As part of their training, housemen have to report for work long before the official hours and work through lunch and dinner if need be, and know every detail of their patients.
They should love their work and enjoy the satisfaction of seeing patients under their care recover. No patient should die because of a houseman’s incompetence. Inexperience is not a defence.
So housemen should go to work with the right attitude and acquire knowledge, skills, stamina and patience so that they can be confident of working alone anywhere in the country.
DATUK DR AHMAD RAZIN MAHIR,
Pengarah Kesihatan Negeri, Perak.
Wednesday, June 10, 2009
in a silent mode

Tuesday, June 9, 2009
to be what u must
A' is for Allah, nothing but Allah;Ba is the beginning of Bismillah;
Ta is for Taqwa, bewaring of Allah;
and Tha is for Thawab, a reward;
Ja is for Janna, the Garden of Paradise;
Ha is for Hajj, the blessed pilgrimage;
Kha is for Khaatem, the seal of the prophethood given to the Prophet, Muhammed (SAW);
Da is for Deen, Al-Islam, religion with Allah since time began;
Dha is for dhikr, remembering Allah;
and Ra is for the month of Ramadhan, ohh Ramadhan;
Za is for Zakat to pure our greed, when we give our money to those in need;
Sa is for Salamu alaikum, peace be with you wa'alaikum assalam;
Sha is for shams, the shining sun, which Allah placed for everyone;
and Sua is for salat,
for when we pray facing him, everyday, facing him, till we meet ourlord;
Allah there's only one God and Muhammed is his Messenger.
Allah, La ilaha illa'allah;
Dua is for duha, the morning light, the sun has turned from red to white;
Tua is for tareeq, the path to walk upon;and
Dhua is for dhil, a shadow;
and Aa is for ilm, the thing to know, to make our knowledge grow, in Islam;
Gha is for ghaib, a world unseen and that we know is not a dream;
Fa is for, the Opening, Al-Fatiha;
and Qua for the Qur'an, the book of God;
and Ka is for kalima, a word we're taught to teach us what is good and what is not;
and La is for the beginning of La ilaha illa'allah;
Ma is for the Messenger Muhammed-ur-Rasoolillah. La ilaha illa'allah, Muhammed-ur-Rasulilllah;Allah, there's only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, la ilaha illa'allah;
Na is for nawm, the sleep God gave to give us rest after the day;
Ha is for the Hijra, the journey that, the Prophet made;
and Wa for wudu before we pray to help us wash our sins away;
and Ya for Yawm-mid-Deen;Allah, there's only one God and Muhammed is his Messenger.
Allah, La ilaha illa'allah;Allah, there's only one God and Jesus was his Messenger. Allah, La ilaha illa'allah;Allah, there's only one God and Moses was his Messenger. Allah, La ilaha illa'allah;Allah, there's only one God and Abraham was his Messenger. Allah, La ilaha illa'allah;Allah, there's only one God and Noah was his Messenger. Allah, La ilaha illa'allah;Allah, there's only one God and he created Adam, and we are the children of Adam. Allah,La ilaha illa'allah;Allah, there's only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilah
A for ALLAH-yusufislam
Monday, June 1, 2009
cukuplah kematian itu sebagai peringatan..
ini sambungan penulisan saya yang lalu yang baru diberi tajuk yang saya telah olah semula..Alhamdulillah,housemen di HTJS(Hospital Tuanku Ja'afar Seremban) dihantar untuk mengikuti 3 kursus sepanjang dalam tempoh kami menjalankan training housemanship di sini;kursus forensik, patologi dan radiologi. Alhamdulillah, kini tiba giliran saya untuk menjalani kursus pertama saya di Jabatan Forensik.Turut serta bersama saya ialah Dr Teh-dari posting surgical dan Dr Suresh -MO dari Jabatan Kecemasan Kuala Pilah yang turut serta menjalani kursus bersama-sama kami.(MO =pegawai perubatan.Pegawai-pegawai perubatan di hospital daerah perlu melakukan post mortem sendiri untuk kes yang datang ke hospital daerah)
Alhamdulillah juga,hari ini hari terakhir saya di jabatan Forensik-setelah 'berusaha bertahan mengharungi" lebih kurang 11-13 kes post mortem dalam 5 hari!(Selalunya avarage hanya 1 kes dalam sehari, kadang-kadang hanya 1 kes sahaja yang ada dalam 5 hari kursus -dari respons houseman-houseman yang menjalani kursus sebelum ini )
Alhamdulillah, syukur pada Allah-DIA telah meberikan peringatan yang amat mendalam bagi saya.Jujurnya, tidak mudah untuk saya menulis topik ini dengan hati yang masih 'tenat' dan masih dalam penjagaan ICU! Saya menulis sebagai rawatan pada hati dengan harapan tulisan ini boleh membawa kepada pembersihan hati menuju Allah ,mudah-mudahan..
Tidak semua kes yang mampu untuk saya coretkan di sini, hanya sebilangan sahaja yang mampu saya catatkan untuk renungan bersama.
Pengalaman pertama yang mendebarkan..
"Ya Allah, ampunkanlah orang yang masih hidup, yang telah mati, yang ada, yang tiada dan yang masih kecil yang telah dewasa, lelaki kami dan wanita kami.Sesungguhnya Engkau mengetahui tempat kembali dan tempat menetap kami.Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan di kalangan kami, maka hidupkanlah dia di dalam Islam.Dan orang yang telah Engkau matikan di kalangan kami, maka matikanlah dia dalam keimanan."
Saya satu-satunya petugas wanita yang terlibat melakukan post mortem untuk minggu ni. Pertama kali saya terlibat dalam sesi post mortem agak menakutkan.Perkara pertama kami buat adalah mengeluarkan mayat dari kompartmen.Agak mengerunkan, apatah lagi membayangkan keadaan kain putih yang membungkusi mayat adalah kes bunuh diri,'Ketakutan' saya dapat dicam oleh Dr Muru. Bayangkan,saya turut bersama membuka plastik hitam dan menarik mayat ke atas tempat pembedahan post mortem.
Pertama kali, saya takut melihat keadaan mayat dengan mata terbeliak dengan kain cadar tergantung di leher sebagai bayangan mayat membunuh diri dengan mengantungkan dirinya...
Keadaan mayat kaku, keras dan sejuk(= Rigor mortis-istilah yang digunakan dalam bidang forensik.)Tiada gerakan, tiada suara.Hanya jasad yang kaku..
Saat pisau membelah membelah mayat, hanya Allah yang tahu perasaan saya.Saya kuatkan diri untuk melalui semua proses sehinggalah habis menjahit mayat. Melihat saat organ-organ dikeluarkan dan diperiksa, saya terpegun dan terkedu. Tidak dapat digambarkan keadaannya bagaimana..
Kes Kedua-Ingatlah, mati itu datang tiba-tiba!
"Ya Allah ampunkanlah dia, kasihanilah dia, sihatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakan tempat tinggalnya, luaskan tempat masuknya, mandikan dia dengan air, salju dan air dingin.Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran.Gantikanlah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarga yang lebih baik dari keluarganya dan suami/isteri yang lebih baik dari suami/isterinya.Masukkan dia ke dalam syurga.Lindungi dia dari azab kubur dan siksa neraka.Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.Dan, lindungilah kami dari siksa neraka."
Awal-awal pagi hari ketiga, suasana sedih menyelubungi suasana di perkarangan jabatan forensik..ahli-ahli keluarga yang berwajah sedih dengan linanngan mata yang berair. Suasana sayu menyelubungi.Rupa-rupanya Dr Muru baru sahaja selesai kes lemas kanak-kanak lelaki baru berusia 4 tahun!
Saya turut bersimpati pada ahli keluarga terutama pada ibunya.Kanak-kanak tersebut merupakan anak tunggal setelah 4 kali keguguran.. Petangnya, post mortem ke atas seorang bayi perempuan, yang sempurna sifat-mati sewaktu lahir. Keadaan bayi sangat comel dan bersih, terasa sungguh tidak sampai hati untuk melakukan post mortem ke atasnya.Tetapi, itulah hakikatnya..
Hari keempat saya, saya masih menerima "mayat di luar jangka"-kes mati mengejut untuk remaja perempuan berusia 18 tahun! Kes forensik yang paling sukar untuk dikenalpasti punca kejadian adalah kes sudden death-mati mengejut yang tidak diketahui punca kematian.Selalunya dalam kes-kes seperti kemalangan, punca kematian dapat dikenalpasti terus dari semasa proses post mortem dijalankan. Dalam kes kematian mengejut, banyak bergantung kepada sample-sample dari mayat yang dihantar untuk analisis ujian-ujian tertentu.
Pagi ini saya masih menerima satu kes kematian mengejut-yang melibatkan kanak-kanak perempuan berusia 10 tahun!
Berapa ramai anak-anak muda
yang sedang bermain pagi dan petang
sedangkan kain-kain kafannya sah mula dikoyakkan orang
tapi,dia tidak tahu?
Berapa ramai anak kecil yang diharapkan lahir
menjdai orang hebat
tetapi mati sejurus selepas dilahirkan?
Dan berapa ramai gadis yang dihias indah
pada malam pengantinnya
rupa-rupanya pada keesokan harinya orang datang
untuk menguruskan jenazahnya.
-syair Arab
Hakikatnya, ingatlah; mati itu datang tiba-tiba!
Pengajaran berguna..
Apabila melihatkan organ-organ dalam tubuh manusia, Maha Suci Allah dan Bijaksananya Dia mengatur sedemikian rupa.Tiada cacat dan berkurang.Syukurnya atas nikmat pemberian tak terhingga. Terasa diri tidak mempunyai apa-apa pun. Semuanya akan dikembalikan semula..siapalah manusia ini, hambaNYA yang tidak memiliki suatu apapun,segalanya hakikatnya pinjaman Tuhan yang Maha Menciptakan..
"Mati hanyalah suatu proses bila jiwa(roh meninggalkan) jasad.Tapi, roh itulah hakikatmya manusia.Kembara kita tidak akan berhenti akibat kehancuran jasad.Jasadnya pulang ke tempat asal(tanah), manakala rohnya kembali ke rahmatullah"-jaddal attif, solusi isu 8-
Inillah kesimpulan yang saya dapat semasa saya melakukan post mortem.Hakikatnya, roh itu adalah manusia.Apabila mati, hanya jasad yang kaku dan keras tidak bernyawa yang tinggal.Rohnya tadi telah kembali menemui Tuhanya dan meneruskan kembara kehidupan seterusnya di alam yang lain..Jasad tadi, walau dicincang hingga lumat tetap tinggal jasad yang tiada ertinya lagi dan kepada tanahlah tempat ia dikembalikan..Apalah yang ada pada kecantikan wajah,paras rupa dan rupa bentuk yang menawan kerana ketika itu ianya tidak berguna lagi; tiada siapa tertawan, tiada siapa pun peduli!
Apa yang saya faham tentang mati?
"Siapa yang cinta untuk menemui Allah, nescaya Allah cinta pula untuk menemuinya."-H.R Bukhari dan Muslim
Mati itu suatu proses yang mesti dilalui oleh setiap insan untuk menuju kepada PERMULAAN KEHIDUPAN yang baru, daripada kehidupan yang fana kepada kehidupan yang kekal selama-lamanya. Mati hakikatnya adalah sebuah kehidupan. Hakikatnya, tujuan hidup itu adalah untuk mati dan mati itu juga adalah tujuan hidup.Mati itu juga bererti membawa kepada suatu KEPULANGAN. Samada kepulangan yang dinanti oleh penduduk langit dan bumi atau suatu kepulangan yang hina dan dibenci oleh sekalian makhluk.Yang mana satu?
Paling penting, mati adalah untuk menemui Tuhan, iaitu Allah.
Sudikah Allah untuk bertemu dengan kita?
Semoga mati dengan penuh kemenangan bertemu denganNYA.
Menang yang bagaimana?
Menang dengan menjadikan ALLAH itu TUHAN yang satu, tiada selainnya..Menang dengan mememenangkan Allah atas segala sesuatu,menang melawan setiap bisikan nafsu dan syaitan yang membawa perkara yang sekecil-kecil maksiat apatah kepada perkara keji dan mungkar,menang dengan menjadikan Allah paling dicintai, tiada selainNya, menang kerana mencintai sesuatu hanya kerana Allah dan membenci sesuatu keranaNYA..segala-galanya kerana Allah! Menang dan menang demi mengesakan Allah, untuk Allah dan Allah, Allah, Allah terutama di saat sakaratul maut datang menjemput..
Hakikatnya, hanya Engkau ya Allah...
Terasa diri ini terlalu jauh dengannya, masih banyak yang perlu diperbaiki sedangkan masa itu semakin hampir...
Ya Allah,menangkanlah kami, jadikan kami jiwa dan roh yang tenang sekembalinya kami ke sisimu dan letakkanlah kami dalam redhaMU dalam menerima kepulangan kami..
komen khas untuk ukhti atriza=)
